Kumpulkan Uang Untuk Ibadah Haji!

Biaya haji plus atau umrah bukanlah faktor yang mudah, selain membutuhkan bakat fisik yang besar, Sobat Kepala Sekolah juga harus memiliki sumber daya yang cukup untuk berangkat. Karena Anda akan menemukan banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi agar perjalanan haji tetap terjaga kebersihannya. Dilansir melalui situs resmi Kementerian Agama, Biaya Perjalanan Haji (Bipih) tahun 2020 berkisar Rp. 31 – Rp. 38 juta. Tentu bukan harga yang sedikit kan?

Sebelum berangkat, Anda harus terlebih dahulu mendaftarkan diri untuk keberangkatan haji dan membutuhkan biaya Rp 25 juta untuk mendapatkan rentang antrian.

Setelah melihat angka-angka itu, Anda tidak boleh langsung berkecil hati dan benar-benar merasa bahwa Anda tidak bisa. Sebagai alternatif, ini bisa digunakan sebagai semangat untuk memungkinkan diri mengunjungi Tanah Suci. Anda akan menemukan banyak teknik yang dapat Anda lakukan untuk memulai mengumpulkan sumber daya haji, dari menabung, berinvestasi hingga meminjam, semua dengan kelebihannya masing-masing. Mari kita coba periksa, metode mana yang paling cocok untuk Anda secara pribadi!

Melestarikan
Teknik paling khas untuk memulai mengumpulkan uang haji. Apalagi untuk yang paling sering, teknik ini juga merupakan teknik yang tergolong aman dan minim kemungkinan. Anda juga bisa membuat diskon sendiri dengan menggunakan nominal yang disesuaikan dengan kualitas Anda. Tepat sebelum membuka akun diskon, penting untuk terlebih dahulu memastikan tenggat waktu atau tenggat waktu untuk mengumpulkan dana, setidaknya sampai Anda mencapai jumlah yang diperlukan untuk mendaftar dan mendapatkan variasi antrian.

Anda akan menemukan banyak solusi penghematan harga dengan biaya keinginan yang menarik untuk dipilih. Sementara cukup terlindungi, dibutuhkan waktu yang tepat untuk memiliki kemampuan untuk mendapatkan pundi-pundi. Teman-teman utama memang perlu memilih, menabung dalam jangka waktu yang cepat namun dengan jumlah yang besar, atau sebaliknya: menabung dengan nominal yang hemat namun jangka waktu yang lama. Pilihan mengenai durasi konservasi tentu akan mempengaruhi rencana keberangkatan. Semakin awal Anda mendaftar, semakin cepat Anda bisa pergi ke Tanah Suci.

Utang
Pada dasarnya, apakah boleh berutang pribadi untuk haji?
Senada dengan Yusuf Al Qaradhawi dalam ebooknya, “100 Soal Jawab Haji & Umrah”, utang kartu kredit untuk ibadah sebenarnya sah-sah saja. Namun, hal itu sebenarnya tidak boleh dilakukan, kecuali dalam beberapa keadaan, termasuk ketika kesempatan beribadah ini hanya datang sekali, atau ketika Anda yakin akan mampu melunasi hutang keuangan Anda dengan penghasilan Anda.

Jika memang Sobat Prinsipal memutuskan untuk mengajukan pinjaman agar memiliki kemampuan ‘mengamankan’ nomor antrian haji, maka Anda harus memiliki penghasilan tetap yang membuat utang finansial menjadi tidak terlalu berat nantinya. Hal ini dimaksudkan agar ketika beribadah, pikiran tetap tenang dan tidak terganggu dengan beban cicilan yang harus dibayar saat kembali ke tanah air.

Menginvestasikan
Nah, ini salah satu cara yang mungkin bisa direkomendasikan. Seperti halnya menabung, ketika Prinsipal memutuskan untuk berinvestasi, uang yang akan digunakan adalah murni dana dari kantong pribadinya dan tentunya tidak akan memberatkan di masa depan. Namun berbeda dengan menabung, ketika Anda berinvestasi, pendapatan Anda akan bertambah. Tentu saja hal ini membuat interval waktu yang dibutuhkan untuk mengakses dana tertentu bisa terpangkas.

Sebenarnya ada banyak pilihan investasi syariah yang cocok untuk mengumpulkan uang haji. Semua dengan manfaat dan risiko yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *